Minggu, 02 November 2014




Nama  : muhlisin
Nim     : 2013210076
Mk      : teori-teori ilmu sosial

Jawab:
 jika mengacu kepada kompetensi yang di ambil yaitu kepemimpinan maka kontekstualnya merupakan suatu interaksional yang memicu kepada pemimpiin yang seharus nya memiliki karakteritas yang nitralitas karena memang dalam kepemimpinan jika di bulatkan atau jika di kesinambungkan antara teori sosial dengan teori interaksi simbolik merupakan suatu kejelasan bila antara keduanya di kesinambungkan atau di relasikan menunjukan bahwa karakteristik seorang pemimpin memang harus bersikap nasionalis itu dalam pandangn teori-teori sosial. Karena manusia pada hakikat nya adalah mahkluk sosial dan pada toriqat nya adalah makhluk individu yang memiliki kesadaran akan dirinya di samping itu, seorang ilmuan menyatakan dalam peneliatiannya yaitu“ George Herbert Meada’ bahwa  pandangan Darwin yang menyatakan bahwa dorongan biologis memberikan motivasi bagi perilaku atau tindakan manusia, dan dorongan-dorongan tersebut mempunyai sifat sosial. Di samping itu’ Gerakan adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang dalam hubungannya dengan pihak lain. Sehubungan dengan ini, George Herbert Mead berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk menanggapi diri sendiri secara sadar, dan kemampuan tersebut memerlukan daya pikir tertentu, khususnya daya pikir reflektif. Namun, ada kalanya terjadi tindakan manusia dalam interaksi sosial munculnya reaksi secara spontan dan seolah-olah tidak melalui pemikiran dan hal ini biasa terjadi pada binatang.
Bahasa atau komunikasi melalui simbol-simbol adalah merupakan isyarat yang mempunyai arti khusus yang muncul terhadap individu lain yang memiliki ide yang sama dengan isyarat-isyarat dan simbol-simbol akan terjadi pemikiran (mind).

Senin, 07 Juli 2014

RELEVANSI MASYARAKAT DENGAN KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN BERSOSIAL





RELEVANSI MASYARAKAT DENGAN KOMUNIKASI  DALAM KEHIDUPAN BERSOSIAL

                        Dalam kehidupan bersosial seseorang tidak akan lepas dari komunikasi yang mana komunikasi adalah mengimformasikan atau diinformasikan kepada orang-orang tertentu dan dalam komunikasi menghendaki model dua arah, komunikasi menurut sejarah menganggap komunikasi 4 mata antar pribadi sebagai metode yang paling langsung, kuat, dan disukai untuk pertukaran informasi. Berlawanan dengan komunikasi massa, komunikasi antar pribadi melibatkan sedikitnya dua kimunikator (lazimnya dalam jarak dekat) memakai banyak indera, dan memberi umpan balik segera. Tetapi diskripsi tentang situasi komunikasi antar pribadi ini tidak menghitungkan kemungkinan bahwa pesan media massa mungkin hanya ditujukan pada sedikit orang (atau Cuma satu) dalam halayak. Demikian juga, kedekatan fisik dapat menjadi kurang penting dibandingkan sifat hubungan diantara komunikator, fenomena keakraban lebih penting daripada jarak  apa yang brawal sebagai komunikasi bukan pribadi ketika orang mula-mula saling bertukar pesan dapat menjadi komunikasi antar pribadi dengan dibangunnya hubungan dengan komunikator.
                        Demikian pula karakteristik pesan dapat mempunyai efek yang sangat kuat meskipun tidak memenuhi penjelasan sebab akibat yang sederhana dan langsung. Sebaimana dikemukakan gagasan halayak kepala batu, efek pesan ditengahi oleh penerima, yang karenanya menjadikan frustasi upaya pencarian aturan yang berlaku dalam semua situasi komunikasi. karakteristik Pesan menghasilkan sedikit aturan semacam itu, tetapi memberikan pedoman yang masih dipakai dalam hubungan masyarakat saat ini.
                        Komunikasi terjadi dalam kontek hubungan komunikator, cakupan hubungan semacam itu meliputi hubungan dekat dan akrab seperti dalam persahabatan dan perkawinan, selain juga hubungan formal, kompetitif, dan antar pribadi yang penuh konflik dalam berbagai latar belakang. Artinya adalah bahwa hubungan itu sendiri banyak mempengaruhi proses komunikasi. Komunikasi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh latr belakang sosial. Dengan demikian komunikasi terjadi sebagai proses terstruktur dalam sistem komponen dan aktifitas yang berkaitan, dan sistem itu berevolusi. Sistem sosial meliputi keluarga, kelompok, organisasi, dan semua jenis kebersamaan yang pada saat yang sama merupakan produsen sekaligus produk komunikasi.

Kesimpulannya adalah bahwa komunikasi itu merupakan suatau alat penyampaian pesan yang kompetitif dalam kehidupan bersosial, komunikasi sangat berpengaruh besar dalam kehidupan bermasyakat karena hidup tidak akan lepas dari yang namanya komunikasi. karena relevansinya sangat kuat dan sangat mempengaruhinya, manusia yang lebih fundamental bagi pengembangan peradaban dari pada kemampuan untuk mengumpulkan, membagi, dan menerapkan pengetahuan.peradaban menjadi mungkin hanya melalui komunikasi manusia Akan tetapi dalam penyampaian pesan tentunya tidak lepas dari sistem penyampaiannya oleh diri sendiri toh walaupun penyampaian tak selamanya tertunduk pada pesan tertulis dengan secara langsung menggunakan sinyal digital untuk menyampaikan lebih cepat dan langsung.

Rabu, 18 Juni 2014

Tugas Ke 4 Etika dan Filsafat Kepemimpinan



Tugas Ke 4

Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Stereotipe Visioner Leadership, menjadikan motivasi  saudara sebagai agent of change and development secara akuntabel dengan harapan ransformational leadership dalam Proses Belajar dan Mengajar baik ilmu maupun seni menjadikan saudara “SMART Leadership”.


1.     Jelaskan makna konsep tersebut di atas !

Jawab:
makna konsep Smart Leadership
Pemimpin merupakan suatu hal yang sangat mendorong untuk melakukan hal-hal yang baik dalam melaksanakan segala prokernya yang ada pada diri seseorang, maka dari itu tujuan pemimpin visioner yaitu memilki kemampuan yang inteligen untuk membawa suatu perubahan yang riil di dalam segala aspek. suatu cita-cita adalah faktor motivasi dalam jiwa seorang pemimpin untuk mengadvokasi elemenasi masyarakat atau organisasi pun untuk satu tujuan yaitu mengajak bawahan maupun orang untuk meraih harapan di masa depan nanti dan setiap suatu impian akan tercapai jika di dorong dengan memotivasi diri.  pemimpin harus memiliki kompetensi yang mendukung dirinya untuk menyakinkan seseorang atau meraih suatu impian yang besar. Setiap pemimpin harus miliki sikap jiwa kepemimpinan yang berintelektual yang tinggi agar dapat di katakana sebagai “Smart Leadership
Di bagian atas setiap "organisasi yang cerdas" adalah "terlahir dari kepemimpinan yang cerdas," para pemimpin berpikiran terbuka terhadap bawahannya agar supaya dalam melakukan prokernya dalam suatu organisasi itu  saling memahami antara yang satu dengan yang lain dengan demikian seorang peminpin hanya menjadi ajang dari setiap pengimplimentasian nya. Selain itu, antara pemimpin dengan organisasi, keduanya memiliki sistem peringatan dini yang memungkinkan  untuk tetap "cerdas," agar supaya tetap terlihat smart  di depan pesaing mereka. namun, Setelah diidentifikasi pola-pola kunci organisasi yang membedakan organisasi berkinerja tinggi seperti Morgan Stanley yang gagal sebagian besar karena keberhasilan mereka sendiri. Agar dapat di katakana sebagai “Smart Leadership” maka seorang pemimpin itu tidak hanya berfikir atau melihat sebelah mata dalam pengambilan kebijakan akan tetapi harus bersikap egalitarian bukan sikap otoritarian biar lebih efektifitas dan efisiensi maka seorang peminpin harus bersikap demokratis baru di katakana sebagai pemimpin yang cerdas.

  
2.     Faktor-2 apa saja yang mendukung ?

Jawab:

1.      memperbaiki diri sendiri sebelum memperbaiki orang lain
2.     Mendoktrin bawahan dengan baik
3.     Menghargai  walaupun tidak di hormati
4.     Siap dalam segala hal ketika di butuhkan bawahan ataupun masyarakat sekitar
5.     Menghargai sesama untuk mencapai tujuan yang hakiki
6.     Memotivasi diri dengan introspeksi diri
7.     Bercermin dalam kacamata kehidupan bersosial

 
3.     Faktor apa saja yang menghambat ?

Jawab:

1  berbohong
2  tidak berfikir dua kali dalam pengambilan keputusan
3  bersifat arogan
4  bersifat apatisme

4.     Serta bagaimana pemecahannya ?

Jawab:

 Bukanlah  suatu hal yang sulit untuk membuat orang lain berubah kalau kita merubah diri kita sendiri terlebih dahulu. akan tetapi,   jika mereka tidak melihat alasan untuk berubah dirinya sendiri maka ia tidak akan pernah untuk berubah sampai kapanpun karena  Sesuatu yang sangat sulit dalam pekerjaan itu adalah untuk merubah kepribadian nya seseorang. seorang pemimpin harus menjadi teladan yang baik bagi power nya untuk menempuh suatu tujuan yang riil dengan  melakukan suatu yang di inginkan oleh bawahan nya,  lankah-langkah seorang leadership selalu menjadi kecamata yang selalu memposisikan dirinya dalam suatu kebenaran yang hakiki agar setiap ucapannya di ikuti oleh power nya.  bersegeralah untuk berubah jika tidak orang akan membutuhkan banyak waktu untuk menyetujui cara pandang kita itupun jika mereka setuju, dan lakukan kerja nyata terjun langsung kelapangan sebagai pembuktian atas pengabdian kita terhadap masyarakat agar supaya kita merasakan cucuran keringat yang menyelimuti atau membasahi badan kita