Tugas Ke 4
Etika dan Filsafat Kepemimpinan
Stereotipe
Visioner Leadership, menjadikan motivasi saudara sebagai agent of change and development secara akuntabel dengan harapan ransformational leadership dalam Proses
Belajar dan Mengajar baik ilmu maupun seni menjadikan saudara “SMART Leadership”.
1.
Jelaskan makna konsep tersebut di
atas !
Jawab:
makna
konsep Smart Leadership
Pemimpin merupakan
suatu hal yang sangat mendorong untuk melakukan hal-hal yang baik dalam
melaksanakan segala prokernya yang ada pada diri seseorang, maka dari itu
tujuan pemimpin visioner yaitu memilki kemampuan yang inteligen untuk membawa
suatu perubahan yang riil di dalam segala aspek. suatu cita-cita adalah faktor
motivasi dalam jiwa seorang pemimpin untuk mengadvokasi elemenasi masyarakat
atau organisasi pun untuk satu tujuan yaitu mengajak bawahan maupun orang untuk
meraih harapan di masa depan nanti dan setiap suatu impian akan tercapai jika
di dorong dengan memotivasi diri. pemimpin harus memiliki kompetensi yang
mendukung dirinya untuk menyakinkan seseorang atau meraih suatu impian yang
besar. Setiap pemimpin harus miliki sikap jiwa kepemimpinan yang berintelektual
yang tinggi agar dapat di katakana sebagai “Smart Leadership”
Di bagian atas setiap "organisasi yang cerdas" adalah
"terlahir dari kepemimpinan yang
cerdas," para pemimpin berpikiran terbuka terhadap bawahannya agar supaya dalam melakukan prokernya
dalam suatu organisasi itu saling
memahami antara yang satu dengan yang lain dengan demikian seorang peminpin
hanya menjadi ajang dari setiap pengimplimentasian nya. Selain itu, antara pemimpin dengan organisasi, keduanya memiliki sistem
peringatan dini yang memungkinkan untuk tetap "cerdas," agar supaya tetap terlihat smart di depan pesaing mereka. namun, Setelah
diidentifikasi pola-pola
kunci organisasi yang
membedakan organisasi berkinerja tinggi seperti “Morgan Stanley” yang gagal sebagian besar karena keberhasilan mereka
sendiri. Agar dapat di katakana sebagai “Smart Leadership”
maka seorang pemimpin itu tidak hanya berfikir atau melihat sebelah mata dalam
pengambilan kebijakan akan tetapi harus bersikap egalitarian bukan sikap
otoritarian biar lebih efektifitas dan efisiensi maka seorang peminpin harus
bersikap demokratis baru di katakana sebagai pemimpin yang cerdas.
2.
Faktor-2 apa saja yang mendukung ?
Jawab:
1.
memperbaiki diri sendiri sebelum memperbaiki
orang lain
2.
Mendoktrin
bawahan dengan baik
3.
Menghargai
walaupun tidak di hormati
4.
Siap
dalam segala hal ketika di butuhkan bawahan ataupun masyarakat sekitar
5.
Menghargai
sesama untuk mencapai tujuan yang hakiki
6.
Memotivasi
diri dengan introspeksi diri
7.
Bercermin
dalam kacamata kehidupan bersosial
3. Faktor
apa saja yang menghambat ?
Jawab:
1 berbohong
2 tidak berfikir dua
kali dalam pengambilan keputusan
3 bersifat arogan
4 bersifat apatisme
4.
Serta bagaimana pemecahannya
?
Jawab:
Bukanlah suatu hal yang sulit untuk membuat orang lain berubah
kalau kita merubah diri kita sendiri terlebih dahulu. akan tetapi, jika
mereka tidak melihat alasan untuk berubah dirinya sendiri maka ia tidak akan
pernah untuk berubah sampai kapanpun karena
Sesuatu yang sangat sulit dalam pekerjaan itu adalah untuk merubah
kepribadian nya seseorang. seorang pemimpin harus menjadi teladan yang baik
bagi power nya untuk menempuh suatu tujuan yang riil dengan melakukan suatu yang di inginkan oleh bawahan
nya, lankah-langkah seorang leadership
selalu menjadi kecamata yang selalu memposisikan dirinya dalam suatu kebenaran
yang hakiki agar setiap ucapannya di ikuti oleh power nya. bersegeralah untuk berubah jika tidak orang
akan membutuhkan banyak waktu untuk menyetujui cara pandang kita itupun jika
mereka setuju, dan lakukan kerja nyata terjun langsung kelapangan sebagai
pembuktian atas pengabdian kita terhadap masyarakat agar supaya kita merasakan
cucuran keringat yang menyelimuti atau membasahi badan kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar