Nama : Muhlisin
Nnim : 2013210076
Program Studi : Ilmu Administrasi Negara
KEPEMIMPINAN VISIONER
1. Susun visi, misi dan strategi anda,
dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and development ?
2. Apakah faktor-faktor pendukung dan
penghambat dalam merealisasikan visi saudara tersebut?
3. Bagaimana mengatisipasi faktor
pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?
4. Dan bagaimana pula mengorganisir
faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis ?
5. Konflik akan selalu terjadi pada
setiap orang yang akan melakukan perubahan, bagaimana caranya agar potensi
konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi saudara ?
Jawab
1. dalam
organisasi seseorang membutuhkan suatu
keinginan atau komitmen kuat yang memang untuk mempertahankan citra atau misi dari keorganisasian tersebut agar supaya
dalam menjalankan tugas atau visi misi nya itu dapat memberikan kepercayaan
besar terhadap organisasi itu sendiri.
Di suatu keorganisasian itu tidak akan
pernah berjalan dengan apa yang di inginkan tanpa adanya komitmen dan visi misi
yang jelas, untuk itu butuh penyusunan visi misi yang valid dalam suatu
organisasi tersebut untuk mengantisipsi adanya perubahan dan perkembangan yang
real dalam organisasi itu sendiri. Strateginya
untuk membawa perubahan dan perkembangan terhadap suatu organissi yang pertama harus dengan mempersiapkan diri
dengan keyakinan bahwa mampu untuk memberikan yang terbaik terhadap organisasi
itu, juga mampu membawa organisasiitu tanpa melalui sifat arogansi karena apabila dalam suatu organisasi itu di
barengin dengan ke arogan maka organisasi itu tidak akan berjalan dengan
sebagaimana mestinya karena disamping itu kehancuran yang akan membawanya bukan
lagi perubahan yang moralis.
Yang kedua
harus tau bahwa tanpa adanya pembacaan terhadap dinamika yang ada dalam suatu
organisasi itu tidak akan pernah bisa untuk memberikan sesuatu yang dapat
mengontrol adanya problematika yang terjadi dalam organisasi itu sendiri
Yang ketiga
hrus tahu bahwa sejarah lah yang juga akan membawa suatu perubahan dan
pengemabangan karakteristik seorang organisatoris dalma menjalankan visi misi
nya suatu organisasi
jadi itulah
strategi yang harus saya persiapkan dalam kontek keorganisasian untuk membawa
suatu perkembangan dan perubahan yang real dan meyakinkan untuk menuju suatu
kesuksesan
2. faktor-faktor yang
akan menjadi pendukung realisasi visi suatu organisasi itu adaalh komitmen yang kuat untuk menjalan kan tugas sebagai seorang
organisatoris dalam suatu organisasi dan motivator dari berbagi pihak dan
juga dorongan yang kuat untuk menjalankan komitmen tersebut, sedangkan
hambatannya hedonisme yang mengandalkan life style nya dalam sisi apapun khususnya dunia
keorganisasian lebih-lebih romantisme yang hanya bergelut dalam keromantisan,
sangat apatis sekali apabila mempunyai visi misi yang bagus dengan konsep yang
bagus tapi tidak keluardari zona nyaman seperti hedonis dan romantisme apalagi
dengan sifat yang arogan dan apatisme
3. Untuk tidak
menimbulkan suatu sifat arogansi terhadap visi misi yang pertama visi nya harus bersifat
obyektifitas, realistis,dan rasional, juga melihat kebutuhan-kebutuhan dalam
suatu organisasi tersebut dengan
demikian visi dapat sesuai dengan apa
yang di harapkan oleh organisasi itu sendiri
4. Dalam mengantisipasi apatisme itu bukanlah hal yang
sangat rumit dalam kpribadian sesorang
dalam suatu organisasi karena umtuk menjalankan tugas organisasi itu harus dengan kesadaran dan juga rasa kepemilikan terhadap
organisasi itu sendiri degan itu sudah
kemungkinan secara perlahan akan hilang sifat apatisme nya untuk menjalan kan
visi nya dalam keorganisasian.
5.
bagaimana
caranya agar potensi konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi
? konflik dalam suatu organisasi merupakan hal yang biasa terjadi dengan latar
belakang anggota atau karyawan yang
beragam sehingga memungkinkan adanya
suatu perbedaan pendapat antara yang
satu dengan yang lain, dan seringkali bahkan konflik itu tidak dapat di hindari
dari kehidupan berorganisasi tapi
sesulit apapun dan banyak apaun masalah yangterjadi dalam suatu kelompok berorganisasi
itu pasti dapat di antisipasi dengan
cara-cara yang baik yang akan menjadi suatu motivator atau dorongan yang sangat
kuat sehingga dapat menjadi daya dorong kesuksesan
yang pertama
bersikap proaktif yang mana seluruh anggota harus aktif juga untuk memecahkan
atau menyelesaikan konflik itu bersama secara proaktif, yang ke dua komunikasi yang
mana dengan komunikasi itu dapat menghindari diri dari keslah pahaman sehingga
lebih mudah dalam menyelesaikan konflik yang ada, yang ke ketiga keterbukaan
antara pimpinan dengan anggota atau karyawan supaya masalah yang ada tidak
berlarut-larut di selesaikan dengan baik
sehingga menjadi masalah yang fungsional, yang ke empat cari tahu akar
masalah, dan harus bersifat fleksibel, adil dan bersekutu agar supaya tidak dari antara salah satu pihak
tidak merasa di rugikan dalam penyelesaian suatu problematika dalm suaut
keorganisasian, maka tidak menutup kemungkinan ketika empat kriteria di atas
sudah terlaksakan dalam pemechan atau penyelesaian suatu problematika dalam suatu kelompok keorganisasian akan menjadi
daya dorong yang kuat untuk menuju kesuksesan suatu visi yang real
Tidak ada komentar:
Posting Komentar