Rabu, 18 Juni 2014

Tugas Ke 4 Etika dan Filsafat Kepemimpinan



Tugas Ke 4

Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Stereotipe Visioner Leadership, menjadikan motivasi  saudara sebagai agent of change and development secara akuntabel dengan harapan ransformational leadership dalam Proses Belajar dan Mengajar baik ilmu maupun seni menjadikan saudara “SMART Leadership”.


1.     Jelaskan makna konsep tersebut di atas !

Jawab:
makna konsep Smart Leadership
Pemimpin merupakan suatu hal yang sangat mendorong untuk melakukan hal-hal yang baik dalam melaksanakan segala prokernya yang ada pada diri seseorang, maka dari itu tujuan pemimpin visioner yaitu memilki kemampuan yang inteligen untuk membawa suatu perubahan yang riil di dalam segala aspek. suatu cita-cita adalah faktor motivasi dalam jiwa seorang pemimpin untuk mengadvokasi elemenasi masyarakat atau organisasi pun untuk satu tujuan yaitu mengajak bawahan maupun orang untuk meraih harapan di masa depan nanti dan setiap suatu impian akan tercapai jika di dorong dengan memotivasi diri.  pemimpin harus memiliki kompetensi yang mendukung dirinya untuk menyakinkan seseorang atau meraih suatu impian yang besar. Setiap pemimpin harus miliki sikap jiwa kepemimpinan yang berintelektual yang tinggi agar dapat di katakana sebagai “Smart Leadership
Di bagian atas setiap "organisasi yang cerdas" adalah "terlahir dari kepemimpinan yang cerdas," para pemimpin berpikiran terbuka terhadap bawahannya agar supaya dalam melakukan prokernya dalam suatu organisasi itu  saling memahami antara yang satu dengan yang lain dengan demikian seorang peminpin hanya menjadi ajang dari setiap pengimplimentasian nya. Selain itu, antara pemimpin dengan organisasi, keduanya memiliki sistem peringatan dini yang memungkinkan  untuk tetap "cerdas," agar supaya tetap terlihat smart  di depan pesaing mereka. namun, Setelah diidentifikasi pola-pola kunci organisasi yang membedakan organisasi berkinerja tinggi seperti Morgan Stanley yang gagal sebagian besar karena keberhasilan mereka sendiri. Agar dapat di katakana sebagai “Smart Leadership” maka seorang pemimpin itu tidak hanya berfikir atau melihat sebelah mata dalam pengambilan kebijakan akan tetapi harus bersikap egalitarian bukan sikap otoritarian biar lebih efektifitas dan efisiensi maka seorang peminpin harus bersikap demokratis baru di katakana sebagai pemimpin yang cerdas.

  
2.     Faktor-2 apa saja yang mendukung ?

Jawab:

1.      memperbaiki diri sendiri sebelum memperbaiki orang lain
2.     Mendoktrin bawahan dengan baik
3.     Menghargai  walaupun tidak di hormati
4.     Siap dalam segala hal ketika di butuhkan bawahan ataupun masyarakat sekitar
5.     Menghargai sesama untuk mencapai tujuan yang hakiki
6.     Memotivasi diri dengan introspeksi diri
7.     Bercermin dalam kacamata kehidupan bersosial

 
3.     Faktor apa saja yang menghambat ?

Jawab:

1  berbohong
2  tidak berfikir dua kali dalam pengambilan keputusan
3  bersifat arogan
4  bersifat apatisme

4.     Serta bagaimana pemecahannya ?

Jawab:

 Bukanlah  suatu hal yang sulit untuk membuat orang lain berubah kalau kita merubah diri kita sendiri terlebih dahulu. akan tetapi,   jika mereka tidak melihat alasan untuk berubah dirinya sendiri maka ia tidak akan pernah untuk berubah sampai kapanpun karena  Sesuatu yang sangat sulit dalam pekerjaan itu adalah untuk merubah kepribadian nya seseorang. seorang pemimpin harus menjadi teladan yang baik bagi power nya untuk menempuh suatu tujuan yang riil dengan  melakukan suatu yang di inginkan oleh bawahan nya,  lankah-langkah seorang leadership selalu menjadi kecamata yang selalu memposisikan dirinya dalam suatu kebenaran yang hakiki agar setiap ucapannya di ikuti oleh power nya.  bersegeralah untuk berubah jika tidak orang akan membutuhkan banyak waktu untuk menyetujui cara pandang kita itupun jika mereka setuju, dan lakukan kerja nyata terjun langsung kelapangan sebagai pembuktian atas pengabdian kita terhadap masyarakat agar supaya kita merasakan cucuran keringat yang menyelimuti atau membasahi badan kita

Rabu, 07 Mei 2014

KEPEMIMPINAN VISIONER



Nama : Muhlisin
Nnim : 2013210076
Program Studi : Ilmu Administrasi Negara



KEPEMIMPINAN VISIONER




1.      Susun visi, misi dan strategi anda, dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and development ?
2.      Apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam merealisasikan visi saudara tersebut?
3.      Bagaimana mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?
4.      Dan bagaimana pula mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis ?
5.      Konflik akan selalu terjadi pada setiap orang yang akan melakukan perubahan, bagaimana caranya agar potensi konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi saudara ?


Jawab
1.      dalam organisasi seseorang membutuhkan suatu  keinginan atau komitmen kuat yang memang  untuk mempertahankan citra atau misi  dari keorganisasian tersebut agar supaya dalam menjalankan tugas atau visi misi nya itu dapat memberikan kepercayaan besar terhadap organisasi itu  sendiri.
Di suatu keorganisasian itu tidak akan pernah berjalan dengan apa yang di inginkan tanpa adanya komitmen dan visi misi yang jelas, untuk itu butuh penyusunan visi misi yang valid dalam suatu organisasi tersebut untuk mengantisipsi adanya perubahan dan perkembangan yang real dalam organisasi itu sendiri. Strateginya untuk membawa perubahan dan perkembangan terhadap suatu organissi  yang pertama harus dengan mempersiapkan diri dengan keyakinan bahwa mampu untuk memberikan yang terbaik terhadap organisasi itu, juga mampu membawa organisasiitu tanpa melalui sifat arogansi  karena apabila dalam suatu organisasi itu di barengin dengan ke arogan maka organisasi itu tidak akan berjalan dengan sebagaimana mestinya karena disamping itu kehancuran yang akan membawanya bukan lagi perubahan yang moralis.
Yang kedua harus tau bahwa tanpa adanya pembacaan terhadap dinamika yang ada dalam suatu organisasi itu tidak akan pernah bisa untuk memberikan sesuatu yang dapat mengontrol adanya problematika yang terjadi dalam organisasi itu sendiri
Yang ketiga hrus tahu bahwa sejarah lah yang juga akan membawa suatu perubahan dan pengemabangan karakteristik seorang organisatoris dalma menjalankan visi misi nya suatu organisasi
jadi itulah strategi yang harus saya persiapkan dalam kontek keorganisasian untuk membawa suatu perkembangan dan perubahan yang real dan meyakinkan untuk menuju suatu kesuksesan
2.       faktor-faktor yang akan menjadi pendukung realisasi visi suatu organisasi itu adaalh  komitmen yang kuat  untuk menjalan kan tugas sebagai seorang organisatoris dalam suatu organisasi dan motivator dari berbagi pihak  dan  juga dorongan yang kuat untuk menjalankan komitmen tersebut, sedangkan hambatannya hedonisme yang mengandalkan life style nya  dalam sisi apapun khususnya dunia keorganisasian lebih-lebih romantisme yang hanya bergelut dalam keromantisan, sangat apatis sekali apabila mempunyai visi misi yang bagus dengan konsep yang bagus tapi tidak keluardari zona nyaman seperti hedonis dan romantisme apalagi dengan sifat yang  arogan dan apatisme
3.       Untuk tidak menimbulkan suatu sifat arogansi terhadap visi misi  yang pertama visi nya harus bersifat obyektifitas, realistis,dan rasional, juga melihat kebutuhan-kebutuhan dalam suatu organisasi  tersebut dengan demikian visi  dapat sesuai dengan apa yang di harapkan oleh organisasi itu sendiri
4.      Dalam mengantisipasi apatisme itu bukanlah hal yang sangat rumit dalam kpribadian sesorang  dalam suatu organisasi karena umtuk menjalankan tugas organisasi  itu harus dengan  kesadaran dan juga rasa kepemilikan terhadap organisasi itu sendiri degan itu  sudah kemungkinan secara perlahan akan hilang sifat apatisme nya untuk menjalan kan visi nya dalam keorganisasian.
5.      bagaimana caranya agar potensi konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi ? konflik dalam suatu organisasi  merupakan hal yang biasa terjadi dengan latar belakang anggota atau karyawan  yang beragam sehingga  memungkinkan adanya suatu  perbedaan pendapat antara yang satu dengan yang lain, dan seringkali bahkan konflik itu tidak dapat di hindari dari kehidupan berorganisasi  tapi sesulit apapun dan banyak apaun masalah yangterjadi dalam suatu kelompok berorganisasi itu pasti dapat di antisipasi  dengan cara-cara yang baik yang akan menjadi suatu motivator atau dorongan yang sangat kuat sehingga dapat menjadi daya dorong kesuksesan
yang pertama bersikap proaktif yang mana seluruh anggota harus aktif juga untuk memecahkan atau menyelesaikan konflik itu bersama  secara proaktif, yang ke dua komunikasi yang mana dengan komunikasi itu dapat menghindari diri dari keslah pahaman sehingga lebih mudah dalam menyelesaikan konflik yang ada, yang ke ketiga keterbukaan antara pimpinan dengan anggota atau karyawan supaya masalah yang ada tidak berlarut-larut di selesaikan dengan baik  sehingga menjadi masalah yang fungsional, yang ke empat cari tahu akar masalah, dan harus bersifat fleksibel, adil dan bersekutu  agar supaya tidak dari antara salah satu pihak tidak merasa di rugikan dalam penyelesaian suatu problematika dalm suaut keorganisasian, maka tidak menutup kemungkinan ketika empat kriteria di atas sudah terlaksakan dalam pemechan atau penyelesaian suatu problematika dalam  suatu kelompok keorganisasian akan menjadi daya dorong yang kuat untuk menuju kesuksesan suatu visi  yang real