Rabu, 07 Mei 2014

KEPEMIMPINAN VISIONER



Nama : Muhlisin
Nnim : 2013210076
Program Studi : Ilmu Administrasi Negara



KEPEMIMPINAN VISIONER




1.      Susun visi, misi dan strategi anda, dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and development ?
2.      Apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam merealisasikan visi saudara tersebut?
3.      Bagaimana mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?
4.      Dan bagaimana pula mengorganisir faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis ?
5.      Konflik akan selalu terjadi pada setiap orang yang akan melakukan perubahan, bagaimana caranya agar potensi konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi saudara ?


Jawab
1.      dalam organisasi seseorang membutuhkan suatu  keinginan atau komitmen kuat yang memang  untuk mempertahankan citra atau misi  dari keorganisasian tersebut agar supaya dalam menjalankan tugas atau visi misi nya itu dapat memberikan kepercayaan besar terhadap organisasi itu  sendiri.
Di suatu keorganisasian itu tidak akan pernah berjalan dengan apa yang di inginkan tanpa adanya komitmen dan visi misi yang jelas, untuk itu butuh penyusunan visi misi yang valid dalam suatu organisasi tersebut untuk mengantisipsi adanya perubahan dan perkembangan yang real dalam organisasi itu sendiri. Strateginya untuk membawa perubahan dan perkembangan terhadap suatu organissi  yang pertama harus dengan mempersiapkan diri dengan keyakinan bahwa mampu untuk memberikan yang terbaik terhadap organisasi itu, juga mampu membawa organisasiitu tanpa melalui sifat arogansi  karena apabila dalam suatu organisasi itu di barengin dengan ke arogan maka organisasi itu tidak akan berjalan dengan sebagaimana mestinya karena disamping itu kehancuran yang akan membawanya bukan lagi perubahan yang moralis.
Yang kedua harus tau bahwa tanpa adanya pembacaan terhadap dinamika yang ada dalam suatu organisasi itu tidak akan pernah bisa untuk memberikan sesuatu yang dapat mengontrol adanya problematika yang terjadi dalam organisasi itu sendiri
Yang ketiga hrus tahu bahwa sejarah lah yang juga akan membawa suatu perubahan dan pengemabangan karakteristik seorang organisatoris dalma menjalankan visi misi nya suatu organisasi
jadi itulah strategi yang harus saya persiapkan dalam kontek keorganisasian untuk membawa suatu perkembangan dan perubahan yang real dan meyakinkan untuk menuju suatu kesuksesan
2.       faktor-faktor yang akan menjadi pendukung realisasi visi suatu organisasi itu adaalh  komitmen yang kuat  untuk menjalan kan tugas sebagai seorang organisatoris dalam suatu organisasi dan motivator dari berbagi pihak  dan  juga dorongan yang kuat untuk menjalankan komitmen tersebut, sedangkan hambatannya hedonisme yang mengandalkan life style nya  dalam sisi apapun khususnya dunia keorganisasian lebih-lebih romantisme yang hanya bergelut dalam keromantisan, sangat apatis sekali apabila mempunyai visi misi yang bagus dengan konsep yang bagus tapi tidak keluardari zona nyaman seperti hedonis dan romantisme apalagi dengan sifat yang  arogan dan apatisme
3.       Untuk tidak menimbulkan suatu sifat arogansi terhadap visi misi  yang pertama visi nya harus bersifat obyektifitas, realistis,dan rasional, juga melihat kebutuhan-kebutuhan dalam suatu organisasi  tersebut dengan demikian visi  dapat sesuai dengan apa yang di harapkan oleh organisasi itu sendiri
4.      Dalam mengantisipasi apatisme itu bukanlah hal yang sangat rumit dalam kpribadian sesorang  dalam suatu organisasi karena umtuk menjalankan tugas organisasi  itu harus dengan  kesadaran dan juga rasa kepemilikan terhadap organisasi itu sendiri degan itu  sudah kemungkinan secara perlahan akan hilang sifat apatisme nya untuk menjalan kan visi nya dalam keorganisasian.
5.      bagaimana caranya agar potensi konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi ? konflik dalam suatu organisasi  merupakan hal yang biasa terjadi dengan latar belakang anggota atau karyawan  yang beragam sehingga  memungkinkan adanya suatu  perbedaan pendapat antara yang satu dengan yang lain, dan seringkali bahkan konflik itu tidak dapat di hindari dari kehidupan berorganisasi  tapi sesulit apapun dan banyak apaun masalah yangterjadi dalam suatu kelompok berorganisasi itu pasti dapat di antisipasi  dengan cara-cara yang baik yang akan menjadi suatu motivator atau dorongan yang sangat kuat sehingga dapat menjadi daya dorong kesuksesan
yang pertama bersikap proaktif yang mana seluruh anggota harus aktif juga untuk memecahkan atau menyelesaikan konflik itu bersama  secara proaktif, yang ke dua komunikasi yang mana dengan komunikasi itu dapat menghindari diri dari keslah pahaman sehingga lebih mudah dalam menyelesaikan konflik yang ada, yang ke ketiga keterbukaan antara pimpinan dengan anggota atau karyawan supaya masalah yang ada tidak berlarut-larut di selesaikan dengan baik  sehingga menjadi masalah yang fungsional, yang ke empat cari tahu akar masalah, dan harus bersifat fleksibel, adil dan bersekutu  agar supaya tidak dari antara salah satu pihak tidak merasa di rugikan dalam penyelesaian suatu problematika dalm suaut keorganisasian, maka tidak menutup kemungkinan ketika empat kriteria di atas sudah terlaksakan dalam pemechan atau penyelesaian suatu problematika dalam  suatu kelompok keorganisasian akan menjadi daya dorong yang kuat untuk menuju kesuksesan suatu visi  yang real

Jumat, 27 Desember 2013



Nama               : MUHLISIN
NIM                : 2013210049
Fakultas           : Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Prodi               : Ilmu Administrasi Negara

Bagaimana menjadi pemimpin yang efisien dan efektif

Pemimpin(leader) adalah agent of change and development,  dimana seorang pemimpin itu harus membawa perubahan itu yang benar-benar sesuai dengan kaidah-kaidah yang di harapka oleh orang banyak artinya perubahan secara tepat dalam kontek public service/public policy dan juga pemimpin itu bisa memberikan keputusan yang baik dan tidak merugikan terhadap orang lain,  artinya seorang pemipin itu harus mengambil keputusan secara professional dan seorang pemimpin itu tidak alibi dalamm mengambil suatu kebijaka dalam suatu keputusan
Pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang tidak memandang suku, ras dan lain sebagai nya pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu membawa perubahan terhadap dinamika yang ada dan mampu membawa dinamika tersebut kepada yang lebih baik
Itulah pemimpin yang dapat  di handalkan oleh bawahannya ataupun yang lain. Kalau masih alibi itu tidak pantas untuk di jadikan sebagai pemimpin karena pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya dan mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin dapat bersumber dari: Reward power, yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin  mempunyai kemampuan dan sumberdaya untuk memberikan penghargaan kepada bawahan yang mengikuti arahan-arahan pemimpinnya. Jadi ketika berbicara pemimpin yang efektif dan efisien itu sudah pada hakikat nya adalah pemimpin dan bahkan keefektifan dan keefesienan seorang pemimpin itu juga bisa dimiliki oleh orang yang bukan pemimpin artinya setiap manusia memiliki sifat yang bersifat efektif dan efisien bahkan professional pun.
Pertanyaan nya sekarang adalah bagaimanakah menjadi pemimpin yang professional? Hal yang semacam inilah yang sangat sulit di miliki oleh seorang pemimpin karena menjadi pemimpin itu hal mudah, juga mudah untuk dapat menjadi pemimpin yang efekfif namun setelah menjdi pemimpin yang efektif, mampukah untuk menempatkan keperofesionalan itu di dalam kepemimpinananya?    Karena dari sudut pandang nya seorng pemimpin itu sebagai panutan atau cermin oleh orang lain bahkan sebagai orang yang di beri kepercayaan sepenuhnya agar mampu membimbing dan memberi arahan dan loyalitas yang baik terhadap bawahannya atau pun kepada orang di sekitarnya.
Berbicara pemimpin itu mudah, tapi berbicara  pelaksanaannya itu yang tak semudah meniup kapas yang gampang terhempas ketika tertiup  angin, karena kebanyakan pemimpin sekarang alibi sehingga sulit menjadi professional.
 Yang sangaat penting Di dalam kepemimpinan itu adalah pembentukan moralitas yang mana seorang pemimpin itu akan menjadi pemimpin yang baik apabila sudah beretika, karena etika merupakan kunci seorang pemimpin untuk mejadikan organisasi sukses bahkan bukan hanya saat kepemimpinan nya saja melainkan dimasa depan pula. Ketika sudah beretika dan menjunjung tinggi moralnya,  maka itu sudah mencakup kepada keseluruhannya. tapi tidak cukup hanya beretika disamping itu juga bertindak sesuai dengan loyalnya selaku pemimpin karena loyalitasnya seorang pemimpin itu sangat penting terhadap rekan-rekan dan karyawannya bahkan kepada semua masyarakat karena pemimpin itu mempunyai akontabilitas yang sangat besar sehingga di tuntut untuk efektif, efisien dan profesional
secara arti luas yaitu, seorang pemempin itu harus mempunyai keterampilan yang loyalitasnya tinggi dan mempunyai  karakteristik yang profesionalisme yang tidak mementingkan dirinya sendiri dari pada masyarakat atau karyawan nya  
Pemimpin itu  menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritasnya. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan ketika membuat keputusan yang sulit , Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah namun penyelesaiannya dalam menyelesaikan masalah secara efektif pula.
Pemimpin dituntut pula untuk berpikir secara analitis dan konseptual , kaena  Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual dan dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat.
Dalam suatu organisasi di butuhkan yang namanya pemimpin karena dalam organisasi  kepemimpinan itu  merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Karena  Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi dan menangapi suatu masalah dengan kedewasaan yang tak merasa terbebani dan merasa senang saat mengambil suatu keputusan itulah yang di namakan sebagai pemimpin yang efektif efisien dan professional.  
Rounded Rectangle: Nama  : MADHASAN
Alamat : Sampang Madura
No. hp :087702000307/ 087849782783
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk menggpai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengaruhi, membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utatna seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang posetif dalam usaha mencapai tujuan.